MUARASABAK,(Seputar Jambi)- Hujan deras yang mengguyur kawasan Jembatan Muara Sabak, Sabtu siang (23/5/2026), mendadak diwarnai suara dentuman keras yang membuat warga sekitar panik. Sebuah ponton pengangkut batu bara kembali menabrak jembatan tersebut hingga menyebabkan sejumlah tiang pengaman mengalami kerusakan parah.
Peristiwa itu terjadi saat jarak pandang di Sungai Batanghari terbatas akibat cuaca buruk. Diduga, kapal kehilangan kendali ketika melintas di bawah jembatan hingga akhirnya menghantam koridor pengaman bagian barat.
“Sayo dengar suaro apo. Suaronyo dentumannyo kuat nian. Ruponyo jembatan yang ditabrak,” ujar seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sejumlah pedagang yang masih bertahan di atas jembatan mengaku terkejut dengan insiden mendadak tersebut. Mereka menyebut kondisi jembatan saat itu relatif sepi karena hujan lebat mengguyur kawasan Muara Sabak sejak siang hari.
“Kalau kami tidak ado di jembatan, mungkin kapalnyo langsung be. Soalnyo pas kejadian hujan lebat nian. Di atas jembatan cuma kami pedagang,” ungkap warga lainnya.
Akibat tabrakan tersebut, beberapa tiang pengaman jembatan dilaporkan patah bahkan hilang diduga tenggelam ke dasar sungai. Sementara sejumlah tiang lainnya masih berdiri namun dalam kondisi rusak berat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, H. Taufik Hidayat, membenarkan kejadian tersebut.
“Kita sudah koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya singkat.
Ia mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satpol Airud untuk melakukan penundaan perjalanan kapal batu bara yang terlibat insiden tersebut.
Diketahui, tugboat TB MBP 2002 sedang menarik tongkang BG United Jaya yang berlayar dari Jambi menuju Lontar, Merak, Banten. Saat melintas di bawah jembatan, salah satu mesin induk kapal mengalami gangguan sehingga kapal tidak dapat dikendalikan dan akhirnya menghantam bagian pengaman jembatan.(red)
Discussion about this post