MUARASABAK – Sebanyak 49 Sekolah Dasar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengikuti kegiatan sosialisasi Dana DAK tahun 2025. Sosialisasi ini merupakan kali kedua di lakukan dinas pendidikan Kabupaten Tanjabtim, dimana sebelumnya pihak Dinas Pendidikan Tanjabtim juga telah melakukan sosialisasi pada bulan Maret 2024 lalu.
Dari dua kali Sosialisasi tersebut, pihak Dinas Pendidikan masih menemukan pengisian data dapodik sekolah penerima sasaran Dana DAK yang masih tidak memenuhi ketentuan. Dimana salah satu syaratnya mendapatkan dana DAK, adalah data dapodik harus benar-benar memiliki data real dilapangan.
Kabid SD Dony Windra ketika dikonfirmasi mengatakan, sosialisasi Dana DAK di ikuti oleh 49 operator sekolah yang di dampingi langsung oleh Kepala sekolah masih-masing sekolah. Adapun tujuan sosialisasi dilaksanakan agar pihak sekolah penerima sasaran dana DAK dapat memperbaiki dan melengkapi data dapodik milik sekolah.
“Kita masih menemukan pengisian data dapodik yang kurang pas. Data ini kan harus sesuai kondisi di lapangan. Tidak asal isi data saja,”katanya.

Arahan dan petunjuk pun di berikan secara detail kepada pihak sekolah. Mulai dari bagaimana cara pengisian data dapodik yang baik dan benar dan tidak menyalahi aturan.
“Jadi kita ingin semua sekolah penerima sasaran ini pengisian data dapodiknya benar. Ada standar yang harus kita ikuti. Kemudian akan ada verifikasi kembali oleh pihak pusat,”ujarnya.
Selama sosialisasi, berbagai kendala pun di temui, salah satunya ada terjadi pergeseran operator di sekolah. Sehingga operator yang baru butuh pembelajaran untuk proses pengisian.
“Salah satunya itu, operator lama di ganti dan yang baru masih butuh belajar,”jelasnya.
Berkaca pada kendala tersebut pihak Dinas Pendidikan Tanjabtim rela jemput bola kelapangan. Dengan harapan semua operator yang dimiliki sekolah mampu melakukan pengisian data dapodik dengan baik dan benar, sehingga sekolah tidak tereliminasi saat verifikasi penerima dana DAK dari pemerintah pusat.
“Dari jumlah yang kita ajukan ini kan tidak semuanya terakomodir. Karena ada skala prioritas yang memang harus di utamakan. Ini juga ada tim yang survei kelapangan nantinya,”bebernya.
Dinas Pendidikan Tanjabtim pun berharap jika dalam setiap tahunnya kucuran dana DAK akan terus meningkat. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran APBD yang ada di Tanjabtim.
“Jadi banyak sumber dana dari pusat yang bisa kita ambil. Tergantung dengan kesiapan kita sendiri,”tandasnya.(***)
Discussion about this post