MUARASABAK,(Seputar Jambi) – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memastikan pelaksanaan tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai rencana. Hal ini disampaikan Asisten I Sekda Tanjabtim, Suhas Purrojani, saat meninjau kesiapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat pada Selasa (23/6) yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Suhas mengatakan, kehadiran Pemkab Tanjabtim di lokasi tersebut merupakan bagian dari tim transisi pelaksanaan tahun ajaran baru Sekolah Rakyat dari tahap rintisan menuju sekolah permanen.
“Kami melakukan pengecekan kesiapan lokasi untuk memastikan pelaksanaan tahun ajaran baru bagi peserta didik, khususnya dari wilayah Tanjabtim dan sekitarnya yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat, dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Pemkab turut mengecek berbagai aspek pendukung, termasuk akses jalan menuju lokasi sekolah. Menurut Suhas, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak ketiga yang menangani pembangunan.
“Alhamdulillah, progres kesiapan saat ini sudah mencapai sekitar 82 persen. Kami pastikan pada tahun ajaran baru kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan di sini,” katanya.
Ia menambahkan, mulai tanggal 14 mendatang sejumlah fasilitas sudah dapat digunakan. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas belajar, akan dibangun pagar pembatas antara area pekerjaan konstruksi dengan lingkungan sekolah.
“Nantinya akan dibuat pagar pengaman serta pemisahan area asrama dan ruang belajar oleh pihak ketiga, sehingga aktivitas pekerja tidak mengganggu kegiatan sekolah,” jelasnya.
Terkait tenaga pendidik, Suhas menyebut Pemkab Tanjabtim telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan tenaga pengajar sementara.
“Tenaga pendidik sementara telah disiapkan sambil menunggu proses rekrutmen yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Manager PT Sasmito, Yusuf, mengatakan pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjabtim mendapatkan tambahan waktu pengerjaan selama 35 hari setelah masa kontrak kerja sebelumnya berakhir pada 20 Juni lalu.
Menurut Yusuf, tambahan waktu tersebut digunakan untuk menyelesaikan beberapa bangunan fungsional yang masih dalam proses pengerjaan, seperti dapur, rumah susun guru, asrama putra, dan asrama putri.
Selain itu, berbagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar juga terus dipersiapkan.
“Untuk fasilitas penunjang seperti meja dan kursi siswa, saat ini sedang dalam tahap perakitan sehingga nantinya dapat digunakan saat kegiatan belajar dimulai,” pungkasnya.(red)
Discussion about this post