MUARASABAK – Warga Kecamatan Sabak Barat khususnya di Kelurahan Talang Babat dan Parit Culum I merasa was-was saat pengeboman seismik yang dilakukan oleh perusahaan dalam upaya eksplorasi minyak dan gas di wilayah seputaran Kelurahan Talang Babat dan Kelurahan Parit Culum I.
Pasalnya, suara dentuman yang hanya memiliki jeda beberapa detik tersebut mengeluarkan suara dentuman cukup keras serta getaran hebat. Hal ini menjadi ke khawatir tersendiri bagi warga. Apalagi sebelumnya sosialisasi yang di lakukan oleh pihak perusahaan mengatakan jika akan ada hal-hal yang tidak terduga saat pengeboman seismik tersebut.
“Salah satunya bisa mengakibatkan keretakan pada bangunan rumah,perubahan air dalam sumur,”ujar petugas sosialisasi beberapa bulan lalu.
Saat ini pula, pengeboman seismik tersebut pun telah dilakukan, beberapa rumah warga pun sudah ada yang terdampak akibat getaran dari bom seismik. Beberapa rumah warga mengalami keretakan baru dan ada pula keretakan lama bertambah lebar pada dinding rumah mereka.
Berdasarkan data yang di peroleh di lapangan ada sekitar 26 rumah warga di RT 06 Tunas Kubung Kelurahan Talang Babat, mengalami keretaka. Pemilik rumah pun telah melaporkan ke pihak Rukun Tetangga (RT).
“Ya ada 26 warga yang sudah melapor, dampak seismik ini,”kata Rifai Ketua RT 06 Tunas Kubung.
Rifai menjelaskan, pendataan ini nantinya akan langsung di laporkan kepada petugas seismik yang telah di tunjuk oleh pihak perusahaan. Dan petugas seismik ini juga stanbay di wilayah pengeboman yang di lakukan oleh perusahaan.
“Kita langsung laporan ke petugas seismik nya. Kan ada bagian pendataan itu,”ujarnya.
Sebelumnya lanjut Rifai juga telah di beritahukan kepada seluruh masyarakat melalui perangkat Rt jika akan ada pengeboman seismik di wilayah seputaran Kecamatan Sabak Barat.
“Kalau warga sudah tau, sosialisasi kan sudah dilakukan,”jelasnya.
Terkait ganti rugi sendiri Rifai mengaku tidak begitu paham mekanisme nya. Hanya saja, usai pengeboman ini nantinya akan ada pendataan baru lagi yang dilakukan oleh pihak perusahaan.
“Nanti ada petugas seismik lagi yang mendata,kalau mau jelas nya nanti pas pendataan tanya kan saja,” tandasnya. (red)
Discussion about this post