Minggu, Mei 10, 2026

Mengapa Nelayan Harus Pilih 10 GT Dari Pada 3 GT, Ini Penjelasan nya !!

MUARASABAK,(Seputar Jambi)  –  18 Program Unggulan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut Dua Dillah-MT jauh unggul di banding dengan program lawan politik nya Zumi Laza – Muhammad Aris. 18 program dari hasil rumusan aspirasi masyarakat sudah sangat menjanjikan dan berdasarkan fakta lapangan.

Berbanding terbalik dengan program pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Zumi Laza – Muhammad Aris,  meski sama-sama ingin mensejahterakan masyarakat Tanjabtim namun terdapat perbedaan yang di nilai mundur kebelakang pada program unggulan Zumi Laza – Muhammad Aris.

Salah satu contoh program unggulan dari pasangan Zumi Laza – Muhammad Aris yang di nilai mundur kebelakang adalah bantuan Pompong bagi para Nelayan. Bagaimana tidak program bantuan pompong 3 GT yang di nilai tidak efektif itu masih akan di berikan. Sedangkan Pasangan Dillah-MT memiliki program bantuan 10 GT pompong dengan alat tangkap Modern di nilai jauh lebih efektif. Baik dari segi jangkauan wilayah operasional hingga penghasilan para nelayan.

Amir salah satu tokoh Masyarakat menilai, program unggulan yang di tawarkan Dillah-MT jauh lebih menjanjikan di banding program lawan politik nya. Selain program unggulan di hasilkan dari rumusan aspirasi masyarakat, program Dillah-MT mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“lihat saja penerima bantuan pompong 3 GT apakah kehidupannya atau ekonomi nya berubah, cek kelapangan. Kita berbicara kedepan bukan mundur kebelakang. Nah untuk Paslon Dillah-MT menawarkan yang lebih baik dan berbicara untuk maju kedepan, salah satunya bantuan 10 GT bantuang pompongu untuk para kelompok nelayan,”ujarnya.

Hal yang sama di sampaikan salah satu nelayan Kuala Jambi Yan mengatakan, di lihat dari jenis bantuan pompong sendiri jika nelayan masih di berikan pompong dengan kapasitas 3 GT, dengan nota bene hanya mampu beroperasi 2 mil dari garis pantai.

Apakah para nelayan penerima bantuan mampu meningkatkan ekonomi keluarga. Di tambah lagi jika memasuki musim Utara pompong 3 GT tidak bisa beroperasi.

” Kalau 10 GT wilayah operasi bisa sampai perbatasan tanjabtim dan kepulauan Riau. Dan sudah jelas 10 GT itu memiliki alat tangkap yang modern. Jenis-jenis hasil tangkap nya juga memiliki ekonomi tinggi, “ujarnya.

Jika 10 GT untuk kelompok, 3 GT hanya di peruntukkan perorangan.  Sehingga bantuan 3 GT cukup tidak efektif. Berkaca pada bantuan pompong melalui program Zumi Zola – Ambo Tang kala itu,bantuan terkesan mubazir.

“Mewakili beberapa Kecamatan terdekat Kuala Jambi, seperti Kecamatan sabak Timur Mendahara lah, silahkan cek fakta dilapangan bagaimana perekonomian nelayan yang mendapatkan bantuan pompong 3 GT,”katanya.

Ia pun berharap jika nantinya program bantuan pompong 10 GT ini terealisasi, Dillah-MT juga harus menggaet investor dari luar. Sehingga hasil tangkap nelayan bisa di pasarkan di luar Kabupaten atau provinsi Jambi.

“Sekarang pun sudah ada hasil tangkap kita yang di ekspor, tapi jika program itu terealisasi tentunya butuh pula investor baru untuk memasarkan hasil tangkapan nelayan, “tandasnya.(red/tim)

Next Post

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-includes/functions.php:5481) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 453
Mengapa Nelayan Harus Pilih 10 GT Dari Pada 3 GT, Ini Penjelasan nya !! - Seputar Jambi
Minggu, Mei 10, 2026

Mengapa Nelayan Harus Pilih 10 GT Dari Pada 3 GT, Ini Penjelasan nya !!

MUARASABAK,(Seputar Jambi)  –  18 Program Unggulan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut Dua Dillah-MT jauh unggul di banding dengan program lawan politik nya Zumi Laza – Muhammad Aris. 18 program dari hasil rumusan aspirasi masyarakat sudah sangat menjanjikan dan berdasarkan fakta lapangan.

Berbanding terbalik dengan program pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Zumi Laza – Muhammad Aris,  meski sama-sama ingin mensejahterakan masyarakat Tanjabtim namun terdapat perbedaan yang di nilai mundur kebelakang pada program unggulan Zumi Laza – Muhammad Aris.

Salah satu contoh program unggulan dari pasangan Zumi Laza – Muhammad Aris yang di nilai mundur kebelakang adalah bantuan Pompong bagi para Nelayan. Bagaimana tidak program bantuan pompong 3 GT yang di nilai tidak efektif itu masih akan di berikan. Sedangkan Pasangan Dillah-MT memiliki program bantuan 10 GT pompong dengan alat tangkap Modern di nilai jauh lebih efektif. Baik dari segi jangkauan wilayah operasional hingga penghasilan para nelayan.

Amir salah satu tokoh Masyarakat menilai, program unggulan yang di tawarkan Dillah-MT jauh lebih menjanjikan di banding program lawan politik nya. Selain program unggulan di hasilkan dari rumusan aspirasi masyarakat, program Dillah-MT mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“lihat saja penerima bantuan pompong 3 GT apakah kehidupannya atau ekonomi nya berubah, cek kelapangan. Kita berbicara kedepan bukan mundur kebelakang. Nah untuk Paslon Dillah-MT menawarkan yang lebih baik dan berbicara untuk maju kedepan, salah satunya bantuan 10 GT bantuang pompongu untuk para kelompok nelayan,”ujarnya.

Hal yang sama di sampaikan salah satu nelayan Kuala Jambi Yan mengatakan, di lihat dari jenis bantuan pompong sendiri jika nelayan masih di berikan pompong dengan kapasitas 3 GT, dengan nota bene hanya mampu beroperasi 2 mil dari garis pantai.

Apakah para nelayan penerima bantuan mampu meningkatkan ekonomi keluarga. Di tambah lagi jika memasuki musim Utara pompong 3 GT tidak bisa beroperasi.

” Kalau 10 GT wilayah operasi bisa sampai perbatasan tanjabtim dan kepulauan Riau. Dan sudah jelas 10 GT itu memiliki alat tangkap yang modern. Jenis-jenis hasil tangkap nya juga memiliki ekonomi tinggi, “ujarnya.

Jika 10 GT untuk kelompok, 3 GT hanya di peruntukkan perorangan.  Sehingga bantuan 3 GT cukup tidak efektif. Berkaca pada bantuan pompong melalui program Zumi Zola – Ambo Tang kala itu,bantuan terkesan mubazir.

“Mewakili beberapa Kecamatan terdekat Kuala Jambi, seperti Kecamatan sabak Timur Mendahara lah, silahkan cek fakta dilapangan bagaimana perekonomian nelayan yang mendapatkan bantuan pompong 3 GT,”katanya.

Ia pun berharap jika nantinya program bantuan pompong 10 GT ini terealisasi, Dillah-MT juga harus menggaet investor dari luar. Sehingga hasil tangkap nelayan bisa di pasarkan di luar Kabupaten atau provinsi Jambi.

“Sekarang pun sudah ada hasil tangkap kita yang di ekspor, tapi jika program itu terealisasi tentunya butuh pula investor baru untuk memasarkan hasil tangkapan nelayan, “tandasnya.(red/tim)

Next Post

Discussion about this post

Recent News