MUARA SABAK – ( Seputar Jambi )
Sangat diharapkan kepada pengendara ataupun sopir Truk yang melintasi jalan tanggap darurat diparit wahab Desa lagan Ilir agar dapat bermuatan 3 ton ataupun kurang dari 3 ton, karena jembatan tanggap darurat tersebut hanya bisa bermuatan 3 ton ataupun kurang dari 3 ton di saat melintasi jembatan tanggap darurat diparit wahab Desa lagan Ilir.
Mudah – mudahan jembatan yang kerjakan diparit wahab Desa lagan Ilir dapat selesai tanpa ada kendala mau halangan,”Kapolsek Mendahara IPTU Syafriwal bersama Camat Mendahara dan unsur forkopincam sepakat mengatakan, Para sopir truk yang menuju ke mendahara Ilir ataupun yang dari Mendahara Ilir dapat memahami himbauan tersebut krn jalan tersebut adalah jalan umum dan wajib hukumnya saling pengertian sesama penguna jalan.
Kapolsek Mendahara IPTU Syafriwal menambahkan, Semoga para sopir Truk yang lewat jembatan tanggap darurat didesa lagan Ilir agar dapat saling menghargai dan memahami dengan kondisi jembatan tanggap darurat didesa lagan Ilir, Karena apabila muatannya lebih dari 3 ton maka jembatan tanggap darurat tersebut akan roboh dan yang rugi kita yang mempergunakan jalan dan jembatan tersebut, menurut Kapolsek Mendahara kontraktor hanya pokus ke pekerjaannya sesuai kontrak dan tidak mengurus jembatan tangga darurat yang sudah di bangun sedemikian rupa.
Semoga para sopir truk yang melintasi jembatan tanggap darurat ini dapat dikurangi muatannya, Karena sudah ada pemberitahuannya serta spanduknya yang sudah dipalang, kami dari Polsek Mendahara seringkali mengingatkan kepada sopir truk.
“Dan kami berterima kasih kepada saudare – saudare kami sopir truk yang sudah mematuhi himbauan tersebut, Mari kita jaga rasa saling memahami dan junjung tinggi rasa kesadaran sesama pengguna jalan umum khususnya di mendahara Ilir,
yang perlu kami himbau ataupun ingatkan para sopir truk yang bermuatannya melebihi tonase, kalau bisa muatan yang berlebih harus dilansir. Himbau Kapolsek Mendahara IPTU Syafriwal. ( Indra )
Discussion about this post