MUARASABAK,(Seputar Jambi) – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terus memperkuat sektor pertanian guna mendukung swasembada pangan nasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui panen padi Indeks Pertanaman (IP) 300 yang digelar di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Rabu (24/12).
Bupati Tanjabtim, Dillah Hikmah Sari, menyebut penerapan IP 300 sebagai terobosan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian daerah. Sebelumnya, petani di Tanjabtim umumnya hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun. Namun, melalui program IP 300, petani ditargetkan mampu melakukan tanam dan panen hingga tiga kali dalam setahun mulai 2026.
“IP 300 menjadi solusi untuk mengoptimalkan lahan pertanian tanpa harus melakukan alih fungsi lahan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung petani melalui bantuan alsintan, benih, pupuk, asuransi pertanian, hingga penyerapan hasil panen oleh Bulog,” ujar Dillah.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, capaian sektor pertanian di Tanjabtim saat ini menunjukkan tren yang sangat positif.
“Secara bertahap swasembada pangan sudah tercapai. Ke depan, Kabupaten Tanjabtim diharapkan mampu menjadi daerah penyangga pangan Provinsi Jambi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, memaparkan bahwa luasan tanam padi IP 300 di daerah tersebut mencapai 3.900 hektare. Dari jumlah tersebut, luas panen pada Desember tercatat sekitar 40 hektare, sedangkan sisanya dijadwalkan memasuki musim panen pada Januari mendatang.
“Panen raya hari ini merupakan tanam ketiga Kelompok Tani Sumber Makmur dengan luas 40 hektare menggunakan varietas Inpari 32. Produktivitasnya mencapai 6.000 kilogram Gabah Kering Panen (GKP) per hektare,” jelas Sunarno di hadapan Bupati Tanjabtim, Kepala Balai BRMP Provinsi Jambi, serta perwakilan kelompok tani.
Sunarno menambahkan, keberhasilan penerapan IP 300 berdampak signifikan terhadap ketersediaan pangan daerah. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Tanjabtim sebanyak 239.000 jiwa dan tingkat konsumsi beras sebesar 93,75 kilogram per kapita per tahun, kebutuhan beras daerah mencapai sekitar 22.406 ton per tahun.
“Produksi Gabah Kering Giling (GKG) tercatat sebesar 35.009 ton dan Gabah Kering Panen (GKP) 40.708 ton. Sementara realisasi tahun 2025 mencapai GKG 35.326 ton, GKP 41.678 ton, dengan produksi beras sebesar 22.608 ton. Dengan capaian ini, Kabupaten Tanjabtim dinyatakan surplus beras,” ungkapnya.
Selain peningkatan produksi, Bupati Dillah juga mendorong pemerintah desa untuk berperan aktif dalam pengembangan sektor pertanian melalui program cetak sawah baru. Setiap desa yang mampu menyiapkan minimal 10 hektare lahan dapat mengusulkan program tersebut guna mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Melalui keberhasilan program IP 300, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap petani tetap mempertahankan fungsi lahan pertanian dan tidak melakukan alih fungsi lahan, demi menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.(red)
Discussion about this post