Rabu, Februari 11, 2026

Hujan Deras dan Luapan Air Paksa Sejumlah Sekolah di Tanjabtim Terapkan KBM Daring

MUARASABAK,(Seputar Jambi)-Intensitas hujan yang tinggi disertai luapan air sungai dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah sekolah di berbagai wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur terpaksa memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring. Kondisi ini terjadi karena ruang kelas belajar (RKB) milik sekolah telah tergenang air dan akses menuju sekolah dinilai berisiko bagi keselamatan peserta didik.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, melaporkan bahwa di Kecamatan Berbak, pembelajaran daring mulai diterapkan sejak hari ini. Air dilaporkan sudah masuk ke ruang kelas dan jalan yang biasa dilalui murid menuju sekolah tergenang cukup dalam.

Sekolah dasar yang melaksanakan pembelajaran daring di Kecamatan Berbak antara lain SD Negeri 56, 201, 88, 105, 198, 28, 196, 141, dan 197. Sementara di tingkat sekolah menengah, kebijakan serupa diterapkan di SMP Negeri 23, SMP Swasta 10, SMP Swasta 11, serta SMP Negeri 189.

Adapun SMP Negeri 09 dilaporkan masih dalam kondisi aman, namun pihak sekolah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan ketinggian air. Sementara itu, SMP Negeri 22 telah lebih dahulu menerapkan pembelajaran daring khusus untuk jenjang PAUD dan TK.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Syafaruddin, mengatakan bahwa penerapan KBM daring merupakan langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Dengan kondisi hujan dan luapan air yang menggenangi ruang kelas, sekolah diminta tidak memaksakan pembelajaran tatap muka,” ujar Syafaruddin.

Ia juga menambahkan, selain Kecamatan Berbak, sejumlah kecamatan lain seperti Sabak Timur, Dendang, Kuala Jambi, Mendahara, Nipah Panjang, dan Rantau Rasau juga telah memberlakukan pembelajaran daring di sebagian sekolah yang terdampak banjir.

Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Timur terus memantau situasi di lapangan dan mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk aktif melaporkan kondisi sekolah masing-masing agar kebijakan pembelajaran dapat disesuaikan dengan perkembangan keadaan.(red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-includes/functions.php:5481) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 448
Hujan Deras dan Luapan Air Paksa Sejumlah Sekolah di Tanjabtim Terapkan KBM Daring - Seputar Jambi
Rabu, Februari 11, 2026

Hujan Deras dan Luapan Air Paksa Sejumlah Sekolah di Tanjabtim Terapkan KBM Daring

MUARASABAK,(Seputar Jambi)-Intensitas hujan yang tinggi disertai luapan air sungai dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah sekolah di berbagai wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur terpaksa memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring. Kondisi ini terjadi karena ruang kelas belajar (RKB) milik sekolah telah tergenang air dan akses menuju sekolah dinilai berisiko bagi keselamatan peserta didik.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, melaporkan bahwa di Kecamatan Berbak, pembelajaran daring mulai diterapkan sejak hari ini. Air dilaporkan sudah masuk ke ruang kelas dan jalan yang biasa dilalui murid menuju sekolah tergenang cukup dalam.

Sekolah dasar yang melaksanakan pembelajaran daring di Kecamatan Berbak antara lain SD Negeri 56, 201, 88, 105, 198, 28, 196, 141, dan 197. Sementara di tingkat sekolah menengah, kebijakan serupa diterapkan di SMP Negeri 23, SMP Swasta 10, SMP Swasta 11, serta SMP Negeri 189.

Adapun SMP Negeri 09 dilaporkan masih dalam kondisi aman, namun pihak sekolah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan ketinggian air. Sementara itu, SMP Negeri 22 telah lebih dahulu menerapkan pembelajaran daring khusus untuk jenjang PAUD dan TK.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Syafaruddin, mengatakan bahwa penerapan KBM daring merupakan langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Dengan kondisi hujan dan luapan air yang menggenangi ruang kelas, sekolah diminta tidak memaksakan pembelajaran tatap muka,” ujar Syafaruddin.

Ia juga menambahkan, selain Kecamatan Berbak, sejumlah kecamatan lain seperti Sabak Timur, Dendang, Kuala Jambi, Mendahara, Nipah Panjang, dan Rantau Rasau juga telah memberlakukan pembelajaran daring di sebagian sekolah yang terdampak banjir.

Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Timur terus memantau situasi di lapangan dan mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk aktif melaporkan kondisi sekolah masing-masing agar kebijakan pembelajaran dapat disesuaikan dengan perkembangan keadaan.(red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News