MUARASABAK,(Seputar Jambi) – Tepat 20 Februari 2026, duet kepemimpinan Bupati Dillah Hikmah Sari dan Wakil Bupati Muslimin Tanja genap menapaki satu tahun masa pengabdian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di tengah kebijakan efisiensi nasional yang sempat membayangi awal pemerintahan, keduanya justru mengakselerasi realisasi visi Merata (Membangun Bersama Rakyat untuk Sejahtera) melalui 18 Program Prioritas.
Pelantikan yang berlangsung 20 Februari 2025 itu hanya berselang sebulan dari terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto tentang efisiensi belanja APBN dan APBD. Kebijakan tersebut berdampak pada pemangkasan anggaran Tanjabtim hingga Rp87 miliar, termasuk DAK dan DAU infrastruktur. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan langkah pemerintahan baru.
Infrastruktur Tanggul Lampaui Target
Program 1.000 Km tanggul yang ditargetkan 200 Km per tahun justru terealisasi 357,21 Km atau 178,60 persen dari target tahunan, tersebar di 62 titik. Capaian ini menjadi fondasi penguatan sektor pertanian sekaligus perlindungan kawasan dari potensi banjir dan intrusi air laut.
UHC Tuntas Lebih Cepat, Raih Penghargaan Nasional
Di sektor kesehatan, target Universal Health Coverage (UHC) yang diproyeksikan rampung 2027 berhasil dituntaskan 100 persen pada 2025. Seluruh warga ber-KTP Tanjabtim kini dijamin akses layanan kesehatan mitra BPJS. Atas capaian tersebut, Bupati Dillah menerima UHC Awards 2026 kategori Madya, melampaui capaian Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Penguatan layanan juga ditandai pembangunan Puskesmas Sungai Lokan Sadu, Pustu Tri Mulyo, rumah dinas tenaga medis RS Pratama Rantau Rasau, serta rehabilitasi fasilitas kesehatan lainnya.
Bedah Rumah dan Air Bersih Naik Signifikan
Program Bedah 1.000 Rumah mencatat realisasi 433 unit dalam satu tahun—lebih dari dua kali lipat target tahunan. Sementara melalui Program Bening Desaku, akses air minum terus diperluas lewat pembangunan 71 sumur bor, 206 unit SPAM, serta 786 sambungan rumah, sehingga total 143.759 jiwa kini terlayani air bersih.
Desa Terang, Kolaborasi Energi
Bersama PetroChina Jabung Ltd, Program Menyala Desaku menghadirkan 776 unit lampu penerangan jalan umum serta jaringan listrik baru sepanjang 8,1 Km di Kecamatan Geragai dan Nipahpanjang.
Pendidikan: Anggaran 24,24 Persen dan 149 Paket Fisik
Komitmen pendidikan dibuktikan dengan alokasi anggaran 24,24 persen dari APBD 2025—melampaui batas minimal nasional 20 persen. Sebanyak 149 paket pekerjaan fisik direalisasikan, termasuk ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, UKS, hingga bantuan 10.023 stel seragam gratis bagi siswa TK, SD, dan SMP.
Atas dedikasi tersebut, Dillah menerima apresiasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia sebagai kepala daerah berkomitmen tinggi terhadap mutu pendidikan.
Ketahanan Pangan dan UMKM Naik Kelas
Sebagai kawasan swasembada pangan dalam RPJMN 2025–2030, produksi gabah mencapai 24.411 ton hingga kuartal II 2025. Jagung bahkan melampaui target dengan panen 407 hektar dari target 315 hektar, sementara komoditas cabai terealisasi 82,5 ton.
Di sektor ekonomi kerakyatan, pelatihan UMKM berbasis teknologi AI digelar komprehensif, mencakup pemasaran digital hingga branding. Satu unit Mobil UMKM juga dihadirkan guna memperluas jangkauan promosi dan pendampingan usaha.
Layanan Publik dan Tata Kelola
Call Center 112 resmi beroperasi 24 jam. Blankspot telekomunikasi ditekan dari 17 titik menjadi 8 titik, dengan pembangunan delapan menara baru sehingga total kini 118 menara. Tanjabtim juga kembali meraih predikat Informatif dari Komisi Informasi untuk keempat kalinya.
Dalam tata kelola keuangan, Pemkab sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, menandakan pengelolaan anggaran yang akuntabel dan transparan.
Setahun pertama kepemimpinan Dillah–Muslimin menjadi fase konsolidasi sekaligus akselerasi. Di tengah tekanan efisiensi fiskal, strategi jemput bola dan penguatan sinergi dengan pemerintah provinsi serta pusat menjadi kunci.
Visi Merata bukan sekadar slogan, melainkan diterjemahkan dalam capaian konkret yang menyentuh infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga tata kelola. Tahun pertama menjadi fondasi optimisme untuk langkah pembangunan yang lebih progresif pada tahun-tahun berikutnya.(red)
Discussion about this post