Minggu, Mei 10, 2026

3.528 Siswa SD di Tanjabtim Ikuti TKA

MUARASABAK,(Seputar Jambi)  — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tahun ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan siswa, tetapi juga menyoroti kesiapan infrastruktur pendidikan di daerah.

Sebanyak 3.528 siswa tercatat mengikuti TKA yang digelar mulai 20 hingga 30 April. Kegiatan ini tersebar di 198 sekolah dari total 201 sekolah yang direncanakan. Tiga sekolah lainnya tidak berpartisipasi karena tidak memiliki siswa kelas VI.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin, mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, di balik kelancaran tersebut, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi sejumlah sekolah.

“Sebagian sekolah belum memiliki fasilitas memadai untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer,” ujarnya.

Dari total peserta, sebanyak 132 sekolah mampu melaksanakan TKA secara mandiri. Sementara 66 sekolah lainnya harus bergabung atau menumpang di sekolah yang memiliki sarana lebih lengkap. Keterbatasan perangkat seperti komputer dan laptop, serta masalah jaringan internet di beberapa wilayah—termasuk area blank spot—menjadi penyebab utama.

Untuk memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian, Dinas Pendidikan mengambil langkah dengan memusatkan pelaksanaan di sekolah yang lebih siap secara fasilitas.

Kepala Bidang SD, Mario, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan TKA hingga akhir jadwal dapat berjalan tanpa hambatan tambahan.

“Kami terus memantau agar kendala teknis bisa diminimalkan,” katanya.

Di sisi lain, salah seorang siswa peserta, Nabila, mengaku tidak mengalami kesulitan selama mengikuti ujian. Ia menyebut pelaksanaan TKA terasa lebih praktis karena sebelumnya sudah terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer.

“Cukup lancar, tidak ada kendala. Lebih seru dan simpel,” ungkap Nabila.

Pelaksanaan TKA ini diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi evaluasi penting bagi pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya dalam mendukung digitalisasi pembelajaran di Tanjabtim.(Red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-includes/functions.php:5481) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 453
3.528 Siswa SD di Tanjabtim Ikuti TKA - Seputar Jambi
Minggu, Mei 10, 2026

3.528 Siswa SD di Tanjabtim Ikuti TKA

MUARASABAK,(Seputar Jambi)  — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tahun ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan siswa, tetapi juga menyoroti kesiapan infrastruktur pendidikan di daerah.

Sebanyak 3.528 siswa tercatat mengikuti TKA yang digelar mulai 20 hingga 30 April. Kegiatan ini tersebar di 198 sekolah dari total 201 sekolah yang direncanakan. Tiga sekolah lainnya tidak berpartisipasi karena tidak memiliki siswa kelas VI.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin, mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, di balik kelancaran tersebut, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi sejumlah sekolah.

“Sebagian sekolah belum memiliki fasilitas memadai untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer,” ujarnya.

Dari total peserta, sebanyak 132 sekolah mampu melaksanakan TKA secara mandiri. Sementara 66 sekolah lainnya harus bergabung atau menumpang di sekolah yang memiliki sarana lebih lengkap. Keterbatasan perangkat seperti komputer dan laptop, serta masalah jaringan internet di beberapa wilayah—termasuk area blank spot—menjadi penyebab utama.

Untuk memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian, Dinas Pendidikan mengambil langkah dengan memusatkan pelaksanaan di sekolah yang lebih siap secara fasilitas.

Kepala Bidang SD, Mario, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan TKA hingga akhir jadwal dapat berjalan tanpa hambatan tambahan.

“Kami terus memantau agar kendala teknis bisa diminimalkan,” katanya.

Di sisi lain, salah seorang siswa peserta, Nabila, mengaku tidak mengalami kesulitan selama mengikuti ujian. Ia menyebut pelaksanaan TKA terasa lebih praktis karena sebelumnya sudah terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer.

“Cukup lancar, tidak ada kendala. Lebih seru dan simpel,” ungkap Nabila.

Pelaksanaan TKA ini diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi evaluasi penting bagi pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya dalam mendukung digitalisasi pembelajaran di Tanjabtim.(Red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News