MUARASABAK,(Seputar Jambi) – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, terus menunjukkan kemajuan. Hingga 31 Mei 2026 atau memasuki minggu ke-25 pelaksanaan, progres pembangunan telah mencapai 69,51 persen. Saat ini, pekerjaan difokuskan untuk mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026.
Site Manajer PT Sasmito, Jaka, mengatakan pekerjaan saat ini memasuki tahap penyelesaian (finishing) di Zona 1, meliputi dapur umum, asrama guru, tempat ibadah, dan beberapa gedung sekolah. Sementara itu, pembangunan struktur bangunan lainnya masih terus berjalan.
“Finishing di zona satu terus dikerjakan, sementara bangunan lainnya masih dalam tahap pembangunan struktur,” kata Jaka.
Menurutnya, cuaca hujan yang sering terjadi tidak menjadi kendala besar. Pekerjaan di dalam ruangan tetap berjalan normal, sedangkan pekerjaan luar ruangan dibantu dengan penggunaan alat berat agar target pembangunan tetap tercapai.
“Kalau hujan, pekerjaan di dalam ruangan tetap berjalan. Untuk pekerjaan di luar memang ada kendala akses setelah hujan, tetapi kami terus memaksimalkan alat berat agar pekerjaan tidak terhambat,” ujarnya.
Untuk mempercepat pembangunan, seluruh alat berat dikerahkan secara maksimal, terutama saat pekerjaan pengecoran beton yang bahkan dilakukan hingga dini hari.
Selain bangunan utama, fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, air bersih, dan sarana lainnya juga ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026. Saat ini sekitar 600 pekerja terlibat dalam proyek tersebut dan jumlahnya diperkirakan meningkat hingga 800 orang.
Bupati Tanjung Jabung Timur, Dilla Hikmah Sari, juga telah meninjau langsung lokasi pembangunan guna memastikan sekolah siap digunakan pada tahun ajaran baru.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas seperti asrama siswa dan guru, dapur umum, tempat ibadah, kantin, gedung sekolah, hingga lapangan upacara mulai memasuki tahap akhir pengerjaan.
Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat di Jambi dilakukan di dua lokasi, yaitu Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp446,496 miliar untuk proyek tersebut. Pembangunan dikerjakan oleh PT Sasmito dengan masa kontrak selama 240 hari kalender sejak 4 Desember 2025.
Sementara itu, proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat Tahun 2026 terus berlangsung. Program ini merupakan bagian dari transformasi Sekolah Rakyat Rintisan menjadi Sekolah Rakyat Permanen yang digagas Kementerian Sosial RI.
Berdasarkan data DTSEN, terdapat sekitar 13.000 anak usia sekolah dari keluarga Desil 1 dan 2 yang menjadi sasaran program di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Hingga 1 Juni 2026, petugas telah menjangkau 1.343 anak yang masuk dalam daftar prelist BNBA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 224 anak atau 16,7 persen menyatakan berminat masuk Sekolah Rakyat. Sebanyak 3 anak masih belum menentukan pilihan, sedangkan 774 anak atau 81,5 persen menyatakan tidak berminat.
Dari 224 anak yang berminat, sebanyak 210 calon siswa telah diinput ke dalam aplikasi Sistem Evaluasi Terpadu Sekolah Rakyat (SETARA). Rinciannya, 7 calon siswa tingkat SD dari target 90 siswa, 113 calon siswa SMP atau telah melampaui target 90 siswa, dan 90 calon siswa SMA atau telah memenuhi target yang ditetapkan.
Penjangkauan calon siswa dilakukan oleh Pendamping PKH, Dinas Sosial dan PPPA Tanjabtim, serta Sentra Kementerian Sosial Wilayah Jambi.
Meski demikian, pemenuhan target siswa tingkat SD masih menjadi tantangan. Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, banyak anak yang tercatat sebagai anak putus sekolah ternyata sudah tidak berada pada usia sekolah dasar.
Untuk memenuhi target tersebut, Dinas Sosial dan PPPA bersama TKSK dan pihak terkait terus melakukan pendataan dan penjangkauan terhadap data Anak Putus Sekolah (APS) yang diperoleh dari Dinas Pendidikan.
Terkait tenaga pendidik, Kepala Bidang Perlindungan, Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial dan PPPA Tanjabtim, Irpaidi, mengatakan hingga saat ini belum ada informasi mengenai rekrutmen guru maupun tenaga kependidikan baru.
“Saat ini tenaga pendidik masih berasal dari Sekolah Rakyat rintisan. Biasanya proses rekrutmen dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial,” katanya.
Saat ini Sekolah Rakyat Perintis Tanjabtim didukung oleh 50 tenaga pendidik, terdiri dari 25 guru SMP dan 25 guru SMA.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur optimistis target penerimaan siswa Sekolah Rakyat Tahun 2026 dapat tercapai. Tingginya minat siswa pada jenjang SMP dan SMA menjadi indikator positif dalam upaya memperluas akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.(Red)
Discussion about this post