Minggu, Februari 15, 2026

Temui Bappenas, Bupati Dillah Gaspol Hilirisasi Kelapa Dalam: Dari Kebun Rakyat ke Pasar Global

MUARASABAK,(Seputar Jambi)-Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap naik kelas. Tak ingin kelapa dalam hanya dijual sebagai bahan mentah, Bupati Tanjabtim Dillah Hikmah Sari tancap gas mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan daerah itu memberi nilai tambah nyata bagi petani sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Keseriusan itu ditunjukkan Dillah dengan mendatangi langsung Kementerian PPN/Bappenas. Dalam pertemuan dengan Direktur Pembangunan Indonesia Barat, Dr Jayadi, Selasa (27/1), Dillah meminta dukungan pemerintah pusat agar rencana hilirisasi kelapa dalam Tanjabtim dapat masuk dan sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Saat ini, Tanjabtim telah memperoleh alokasi 5.000 hektare program replanting kelapa dalam. Program tersebut diharapkan menjadi jawaban atas penurunan produktivitas tanaman tua sekaligus fondasi kuat bagi pengembangan industri turunan kelapa.

Dillah memproyeksikan hilirisasi ini akan melahirkan berbagai industri pengolahan, mulai dari santan kelapa, nata de coco, sabut kelapa, arang tempurung (carbon), minyak goreng, tepung kelapa, hingga produk kayu alternatif dari batang kelapa. Pasarnya dinilai terbuka lebar, baik domestik maupun ekspor.

Menariknya, Dillah menegaskan industri yang dibangun tidak harus selalu berskala besar. Sejumlah produk turunan kelapa dinilai justru efektif dikembangkan dalam skala kecil dan menengah dengan kualitas tetap kompetitif.

“Saya sampaikan langsung ke Bappenas tekad daerah kami. Program hilirisasi ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden, dan kami optimistis bisa direalisasikan,” ujar Dillah.

Selain mendorong investasi, Dillah juga meminta dukungan pusat untuk pembangunan tanggul khusus perkebunan kelapa dalam, mengingat karakteristik wilayah Tanjabtim yang rawan pasang surut.

Komitmen itu bukan sekadar wacana. Pemerintah daerah telah menjalankan program 1.000 Km tanggul, dengan capaian 357,21 Km pada tahun pertama kepemimpinan Dillah Hikmah Sari–Muslimin Tanja, melampaui target awal 200 Km per tahun.

“Kami memperkuat petani dari hulu: perbaikan tanggul, peremajaan kebun, hingga menghadirkan industri menengah dan besar yang bisa menstimulasi UMKM. Bahkan kami sudah punya varietas unggul bersertifikat, Varietas Zabak,” ungkapnya.

Untuk investor, Dillah menjamin kemudahan perizinan dan iklim investasi yang kondusif. Soal pasokan bahan baku, pemerintah daerah tidak akan melakukan intervensi harga, melainkan mendorong pola kemitraan melalui kelompok tani, koperasi, atau Koperasi Merah Putih.

“Sepanjang sesuai aturan dan saling menguntungkan, silakan. Kita ingin kelapa dalam benar-benar menjadi penopang ekonomi masyarakat Tanjabtim,” tutup Dillah.(red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-includes/functions.php:5481) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 448
Temui Bappenas, Bupati Dillah Gaspol Hilirisasi Kelapa Dalam: Dari Kebun Rakyat ke Pasar Global - Seputar Jambi
Minggu, Februari 15, 2026

Temui Bappenas, Bupati Dillah Gaspol Hilirisasi Kelapa Dalam: Dari Kebun Rakyat ke Pasar Global

MUARASABAK,(Seputar Jambi)-Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersiap naik kelas. Tak ingin kelapa dalam hanya dijual sebagai bahan mentah, Bupati Tanjabtim Dillah Hikmah Sari tancap gas mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan daerah itu memberi nilai tambah nyata bagi petani sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Keseriusan itu ditunjukkan Dillah dengan mendatangi langsung Kementerian PPN/Bappenas. Dalam pertemuan dengan Direktur Pembangunan Indonesia Barat, Dr Jayadi, Selasa (27/1), Dillah meminta dukungan pemerintah pusat agar rencana hilirisasi kelapa dalam Tanjabtim dapat masuk dan sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Saat ini, Tanjabtim telah memperoleh alokasi 5.000 hektare program replanting kelapa dalam. Program tersebut diharapkan menjadi jawaban atas penurunan produktivitas tanaman tua sekaligus fondasi kuat bagi pengembangan industri turunan kelapa.

Dillah memproyeksikan hilirisasi ini akan melahirkan berbagai industri pengolahan, mulai dari santan kelapa, nata de coco, sabut kelapa, arang tempurung (carbon), minyak goreng, tepung kelapa, hingga produk kayu alternatif dari batang kelapa. Pasarnya dinilai terbuka lebar, baik domestik maupun ekspor.

Menariknya, Dillah menegaskan industri yang dibangun tidak harus selalu berskala besar. Sejumlah produk turunan kelapa dinilai justru efektif dikembangkan dalam skala kecil dan menengah dengan kualitas tetap kompetitif.

“Saya sampaikan langsung ke Bappenas tekad daerah kami. Program hilirisasi ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden, dan kami optimistis bisa direalisasikan,” ujar Dillah.

Selain mendorong investasi, Dillah juga meminta dukungan pusat untuk pembangunan tanggul khusus perkebunan kelapa dalam, mengingat karakteristik wilayah Tanjabtim yang rawan pasang surut.

Komitmen itu bukan sekadar wacana. Pemerintah daerah telah menjalankan program 1.000 Km tanggul, dengan capaian 357,21 Km pada tahun pertama kepemimpinan Dillah Hikmah Sari–Muslimin Tanja, melampaui target awal 200 Km per tahun.

“Kami memperkuat petani dari hulu: perbaikan tanggul, peremajaan kebun, hingga menghadirkan industri menengah dan besar yang bisa menstimulasi UMKM. Bahkan kami sudah punya varietas unggul bersertifikat, Varietas Zabak,” ungkapnya.

Untuk investor, Dillah menjamin kemudahan perizinan dan iklim investasi yang kondusif. Soal pasokan bahan baku, pemerintah daerah tidak akan melakukan intervensi harga, melainkan mendorong pola kemitraan melalui kelompok tani, koperasi, atau Koperasi Merah Putih.

“Sepanjang sesuai aturan dan saling menguntungkan, silakan. Kita ingin kelapa dalam benar-benar menjadi penopang ekonomi masyarakat Tanjabtim,” tutup Dillah.(red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News