MUARASABAK,(Seputar Jambi)-Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) mengusulkan program Pengembangan Ekosistem Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif melalui Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi kampung wisata melalui pemberian stimulan ekonomi kreatif selama tiga tahun berturut-turut.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat fondasi kampung wisata dengan mengintegrasikan potensi lokal ke dalam rantai nilai ekonomi kreatif yang lebih modern, inovatif, dan berdaya saing. Melalui dukungan sarana dan prasarana yang tepat sasaran, pemerintah daerah berharap produktivitas pelaku usaha lokal dapat meningkat sekaligus menghadirkan atraksi wisata baru yang mampu menarik minat wisatawan. Program ini juga diharapkan mampu memicu inovasi berkelanjutan serta mengukuhkan kampung wisata di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan kampung wisata sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif. Dengan menghadirkan dukungan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing produk lokal di tengah pasar yang semakin kompetitif. Stimulan yang diberikan menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu prioritas dalam agenda pembangunan daerah.
Pengembangan kampung wisata dan ekonomi kreatif tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata berupa penyerahan bantuan perlengkapan usaha secara langsung kepada masyarakat. Pemerintah daerah menerapkan pendekatan jemput bola dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau pelaku usaha di titik-titik potensial pariwisata. Salah satunya melalui penyerahan perlengkapan homestay kepada pemilik hunian wisata guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Disparbudpora berperan sebagai fasilitator sekaligus akselerator dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pemerintah daerah menyadari bahwa setiap subsektor ekonomi kreatif memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, bantuan yang disalurkan dirancang secara spesifik sesuai kebutuhan pelaku usaha. Pada sektor kriya, bantuan diberikan berupa peralatan pembuatan miniatur gapura, signage, hiasan rumah, dan produk kerajinan lain yang menjadi identitas budaya Tanjung Jabung Timur. Pada sektor kuliner, bantuan berupa gerobak kuliner modern dan etalase kaca guna meningkatkan higienitas serta daya tarik visual produk makanan lokal.
Sementara itu, pada sektor seni dan budaya, pemerintah memberikan bantuan alat musik tradisional guna menjaga kelestarian seni budaya daerah di tengah arus modernisasi. Di bidang sumber daya manusia, program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas di sektor kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Sedangkan pada sektor hunian wisata atau homestay, bantuan perlengkapan diberikan untuk meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Drs. Arman, menyampaikan bahwa program stimulan ini akan terus diusulkan secara berkelanjutan selama tiga tahun ke depan guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap bantuan yang diberikan mampu menjadi pemicu lahirnya inovasi yang lebih besar. Ekosistem yang kuat dimulai dari ketersediaan infrastruktur dan alat produksi yang memadai,” ujarnya.
Melalui program Pengembangan Kampung Wisata dan Ekonomi Kreatif ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur optimistis penguatan kapasitas pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menekan angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya dari sektor non-pertambangan. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan pembangunan daerah untuk mentransformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru yang berbasis pada kearifan lokal, kreativitas, dan partisipasi aktif masyarakat.
Program ini juga diakhiri dengan simulasi penggunaan alat secara langsung oleh para pelaku usaha. Antusiasme masyarakat yang tinggi mencerminkan optimisme baru dalam mengembangkan usaha mereka, sekaligus menunjukkan bahwa dukungan pemerintah daerah mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas melalui penguatan kampung wisata dan ekonomi kreatif.(red)
Discussion about this post