Minggu, April 5, 2026

KSOP Muara Sabak Perketat Pengawasan Arus Mudik Jalur Air, Penumpang Meningkat Jelang Lebaran 2026

 

MUARASABAK,(Seputar Jambi) — Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak meningkatkan pengawasan arus mudik Lebaran 2026 di jalur transportasi air. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Tanjung Jabung Timur.

Kepala KSOP Kelas IV Muara Sabak, Capt. H. Boyke Aries Sonatha, MM., MH., M.Mar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menempatkan petugas di sejumlah dermaga strategis. Masing-masing dua petugas disiagakan di Dermaga Kuala Jambi, Dermaga Kampung Bugis, serta Dermaga Kampung Singkep yang mayoritas melayani kapal barang.

“Fokus pengawasan penumpang berada di Dermaga Kampung Bugis dan Dermaga Kuala Jambi. Dua titik ini mengalami lonjakan signifikan sejak H-3 Idulfitri,” ujarnya.

Berdasarkan data KSOP, jumlah penumpang yang turun di Dermaga Kampung Bugis mengalami peningkatan tajam. Pada H-3 tercatat lebih dari 40 orang, kemudian meningkat menjadi lebih dari 60 orang pada H-2. Angka tersebut jauh di atas kondisi normal yang hanya berkisar 7 hingga 13 penumpang per hari.

Menurutnya, mayoritas penumpang merupakan perantau yang pulang ke kampung halaman, terutama dari Batam. Adapun moda transportasi yang digunakan masyarakat di jalur air tersebut didominasi oleh kendaraan air jenis speed boat yang menjadi andalan mobilitas warga.

Dalam pengawasan arus mudik jalur air, KSOP Muara Sabak juga memperkuat koordinasi lintas wilayah dengan KSOP Kuala Tungkal dan UPP Mendahara. Mengingat sebagian besar transportasi yang digunakan masih bersifat tradisional dengan keterbatasan alat komunikasi, koordinasi dilakukan secara intensif melalui grup WhatsApp.

Melalui sistem tersebut, setiap keberangkatan penumpang dari pelabuhan akan didata dan dibagikan antarinstansi guna memastikan pengawasan perjalanan tetap terpantau dari titik asal hingga tujuan.

Selain itu, KSOP Muara Sabak memastikan seluruh nahkoda yang beroperasi telah memiliki sertifikat kecakapan (SKK) sebagai bagian dari upaya menjamin keselamatan pelayaran. Edukasi kepada penumpang dan awak kapal juga terus dilakukan, terutama terkait prosedur penyelamatan diri dan penanganan keadaan darurat di atas kapal.

KSOP Muara Sabak menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan maksimal selama arus mudik Lebaran, khususnya pada jalur transportasi air yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat pesisir.(red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-includes/functions.php:5481) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.id/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 448
KSOP Muara Sabak Perketat Pengawasan Arus Mudik Jalur Air, Penumpang Meningkat Jelang Lebaran 2026 - Seputar Jambi
Minggu, April 5, 2026

KSOP Muara Sabak Perketat Pengawasan Arus Mudik Jalur Air, Penumpang Meningkat Jelang Lebaran 2026

 

MUARASABAK,(Seputar Jambi) — Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak meningkatkan pengawasan arus mudik Lebaran 2026 di jalur transportasi air. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Tanjung Jabung Timur.

Kepala KSOP Kelas IV Muara Sabak, Capt. H. Boyke Aries Sonatha, MM., MH., M.Mar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menempatkan petugas di sejumlah dermaga strategis. Masing-masing dua petugas disiagakan di Dermaga Kuala Jambi, Dermaga Kampung Bugis, serta Dermaga Kampung Singkep yang mayoritas melayani kapal barang.

“Fokus pengawasan penumpang berada di Dermaga Kampung Bugis dan Dermaga Kuala Jambi. Dua titik ini mengalami lonjakan signifikan sejak H-3 Idulfitri,” ujarnya.

Berdasarkan data KSOP, jumlah penumpang yang turun di Dermaga Kampung Bugis mengalami peningkatan tajam. Pada H-3 tercatat lebih dari 40 orang, kemudian meningkat menjadi lebih dari 60 orang pada H-2. Angka tersebut jauh di atas kondisi normal yang hanya berkisar 7 hingga 13 penumpang per hari.

Menurutnya, mayoritas penumpang merupakan perantau yang pulang ke kampung halaman, terutama dari Batam. Adapun moda transportasi yang digunakan masyarakat di jalur air tersebut didominasi oleh kendaraan air jenis speed boat yang menjadi andalan mobilitas warga.

Dalam pengawasan arus mudik jalur air, KSOP Muara Sabak juga memperkuat koordinasi lintas wilayah dengan KSOP Kuala Tungkal dan UPP Mendahara. Mengingat sebagian besar transportasi yang digunakan masih bersifat tradisional dengan keterbatasan alat komunikasi, koordinasi dilakukan secara intensif melalui grup WhatsApp.

Melalui sistem tersebut, setiap keberangkatan penumpang dari pelabuhan akan didata dan dibagikan antarinstansi guna memastikan pengawasan perjalanan tetap terpantau dari titik asal hingga tujuan.

Selain itu, KSOP Muara Sabak memastikan seluruh nahkoda yang beroperasi telah memiliki sertifikat kecakapan (SKK) sebagai bagian dari upaya menjamin keselamatan pelayaran. Edukasi kepada penumpang dan awak kapal juga terus dilakukan, terutama terkait prosedur penyelamatan diri dan penanganan keadaan darurat di atas kapal.

KSOP Muara Sabak menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan maksimal selama arus mudik Lebaran, khususnya pada jalur transportasi air yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat pesisir.(red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News